| |

Pada tanggal 19 Mei 2003, pemerintah Indonesia memberlakukan
DM (Darurat Militer) di bumi Nanggroe Aceh Darussalam (NAD). Sehari
setelah itu, sekitar 600 sekolah dibakar oleh orang-orang yang
tidak bertanggung jawab di seluruh kawasan NAD, antara lain di
Banda Aceh, Aceh Besar, Pidie, Bireun, Tamiyang, Aceh Jaya, Aceh
Timur, Aceh Utara, dan Aceh Barat. Puluhan ribu murid kehilangan
tempat dan fasilitas belajar-mengajar, padahal saat itu menjelang
tahun ajaran baru.
Seluruh rakyat Indonesia menyatakan prihatin dan mengutuk kejadian
itu. Mereka termasuk Femina Group- lalu mewujudkan rasa prihatin
itu dengan cara berusaha membantu anak-anak Aceh yang sedang bingung
menghadapi masa depan. Dan, karena yang paling mereka butuhkan
saat ini adalah sarana untuk belajar, maka kelompok Femina Group
lalu memutuskan untuk menghimpun dana guna membelikan bangku dan
meja untuk murid-murid sekolah dasar (SD) yang menurut data Dinas
Pendidikan & Kebudayaan Provinsi NAD merupakan korban terbesar
dalam peristiwa ini, yakni mencapai 423 sekolah (data tanggal
30 Agustus 2003).
Melalui wadah ‘Dana Cinta Anak Aceh’ (DCAA) yang
mulai dibuka pada Juli 2003 dalam semua majalah yang tergabung
dalam Femina Group, pembaca diajak untuk berpartisipasi meringankan
beban anak-anak Aceh ini dengan cara mengirimkan uang melalui
rekening bank
BCA KCP HR Rasuna Said
Nomor Rekening 5700314458
Nama Rekening PT Gaya Favorit Press
Ajakan ini mendapat sambutan yang cukup menggembirakan, terbukti
dalam waktu sekitar 3 (tiga) bulan telah terkumpul dana sekitar
Rp 550 juta.
Adapun barang-barang yang mereka butuhkan dan telah dibelikan
oleh Femina Group melalui DCAA berupa: meja/bangku murid, meja/kursi
guru, papan tulis, dan lemari. Barang-barang itu selain untuk
ruang kelas, juga ruang guru dan kepala sekolah.
Sampai akhir tahun 2004, 24 (dua puluh empat) sekolah dasar
negeri (SDN) dan madrasah ibtidaiyah negeri (MIN) di wilayah Kotamadya
Banda Aceh, Kabupaten Aceh Besar, dan Kabupaten Pidie telah menerima
bantuan dari DCAA dengan jumlah keseluruhan Rp 339.520.000. Sedangkan
untuk tahap berikutnya sudah dialokasikan pula dana sebesar sekitar
Rp. 180.880.000 untuk 6 (enam) sekolah, masih di dalam wilayah
Kabupaten Pidie mengingat di sinilah korban terbesar berada, mencapai
267 sekolah. (AA/MHI)
|
Dapat dipastikan semua sumbangan
yang kita berikan sudah diterima langsung oleh yang berhak tanpa
berkurang sedikit pun. Bahkan biaya operasional petugas yang mondar-mandir
Jakarta-Banda Aceh tidak diambilkan dari DCAA, melainkan dipikul
oleh Femina Gorup. Berikut prosedur pengiriman bantuan:
| Penyaluran dana langsung
dilakukan oleh Femina Goup |
| 1 |
Mencari sekolah-sekolah yang membutuhkan bantuan. |
| 2 |
Menginventarisir apa yang mereka butuhkan. |
| 3 |
Membelikan atau memesankan barang-barang tersebut langsung
ke pembuat dan penjualnya. |
| 4 |
Mengantar atau mengirim barang-barang tersebut ke sekolah
penerima |
| 5 |
Mengontrol kualitas dan kuantitas barang-barang yang dipesan
setelah berada di tempat yang ditentukan. |
| 6 |
Setelah semua sesuai, barulah membayar semua harga yang
sudah disepakati dengan pihak penjual. |
| . |
TAHAP I
Bantuan diberikan kepada Sekolah Dasar Negeri & Madrasah Ibtidaiyah
Negeri di wilayah Kabupaten Aceh Besar dan Kodya sBanda Aceh (periode
Oktober 2003-April 2004)
TAHAP II & III
Bantuan diberikan kepada Sekolah Dasar Negeri & Madrasah Ibtidaiyah
Negeri di wilayah Kabupaten Pidie (periodeJuli-September 2004)
TAHAP IV
Bantuan diberikan kepada Sekolah Dasar Negeri & Madrasah Ibtidaiyah
Negeri di wilayah Kabupaten Pidie (periode Januari 2005) |