DESAINER
 

 


DESAINER APPMI
 

GREGORIUS VICI
Meski setia berbasis di Semarang Jawa Tengah, gaya kosmopolit yang begitu kontemporer senantiasa­ terasa dalam nafas rancangannya. Tak heran bila karya-karyanya sering diperbincangkan kalangan fashion ibukota. Koleksi terbaru yang akan ditampilkannya di Festival Mode Indonesia, kembali akan menjadi ajang pembuktian kualitas perancang muda ini.

 

HARRY IBRAHIM
Desainer yang berbasis di Bandung ini dikenal luas berkat­ garis rancangannya­ yang berjiwa ultra romantis. Kali ini ia mengetengahkan­ koleksi yang bertajuk ‘SOAVE FEMMINILITA (Sweet Femininity)’ yang dihadirkan dalam material sifon, sutra, satin, dan tulle. Detail drapery dan siluet ringan melayang makin memperkuat padanan berbusana­ yang inspirasinya merayakan keharuman­ bunga khas wanita.

 
 

REBECCA ING
Untuk koleksinya kali ini desainer muda yang bedomisili di Bandung ini mengangkat seni lukis pada kain sutra khas Jawa Barat. Kebudayaan pasundan yang jarang terekspos di industri mode ini, ia aplikasikan pada berbagai variasi siluet gaun malam. Siluet modern yang banyak menerapkan potongan empire line dieksplorasi dengan menggunakan teknik tumpuk, pletas, dan kerut sebagai detailnya.

 

JEANNY ANG
Desainer muda yang berbasis di Jakarta dan terkenal dengan karyanya yang berkarakter lembut ini mempersembahkan koleksinya "FLUID FEMINITY". Busananya terinspirasikan kecantikan dewi-dewi masa lampau yang berbusana serba melayang. Material sifon sutra, satin sutra, dan sutra organza berpadu cantik dengan teknik drapery, pleats yang diaplikasikan detail kristal dan pailette dalam siluet anggun yang feminin.

 

JAZZ PASAY
Terispirasi alam Sumatera Selatan desainer yang karya lukisnya sedang menjadi perbincangan dunia seni Indonesia ini menghadirkan material serba mewah dalam mengusung tema "Gadis Palembang". Jiwa seninya akan mengeksplorasi dominasi warna hitam dan aksen kuning dengan motif yang dikreasikan teknik jumputan dengan teknik batik.

 

DEFRICO AUDY
Visi dan misi desainer ini adalah mengembangkan­ industri mode dan budaya kain tradisional Indonesia. Inspirasi koleksinya kali ini datang dari selembar kain bentenan yang memiliki corak dan motif menumpuk.­ Motif yang diambil­ dari unsur-unsur kebudayaan­ Minahasa ia terjemahkan­ dalam motif yang diprint­ pada kain sutera. Siluet longgar­ melayang akan mendominasi­ koleksi­ yang bertemakan­ EXOTICSM MINAHASA ini.

 

HENGKI KAWILARANG
Jakarta, tempat meleburnya budaya Sabang hingga Merauke dan dunia menginspirasi finalis Concours Des Jeune Creature de La Mode, Prancis 2002 ini untuk mengkaryakan koleksi praktis, simple, dan chic dengan mengambil ide dasar dari siluet tradisional Indonesia. Motif kain sumba, tenun klungkung, songket, ulos dan sasirangan

 

OKA DIPUTRA
Desainer muda yang karyanya telah mendunia kini mengedepankan tema "YSL A humble tribute to Yves Saint-Laurent". Baginya sang desainer legendaris, adalah ikon fashion abadi yang senantiasa menjadi salah satu sumber inspirasi dalam mendesain karyanya. Koleksi ini akan berusaha menterjemahkan retropeksi siluet khas YSL yang dihadirkan dalam sajian padanan berbusana khas Oka yang serba ikat dan tanpa resleting.

 

POPPY DHARSONO
Sangat pantas rasanya bila sang perancang legendaris­ ini mengetengahkan­ ‘Kartini’ sebagai tema koleksinya untuk Festival Mode Indonesia. Semangat Kartini sebagai perempuan Indonesia yang berpola pikir ke masa depan  serta kuat dan  tangguh dalam memperjuangkan nasib dan emansipasi­ wanita Indonesia menjadi inspirasi rancangan­-rancangan  Poppy Dharsono. Desa Troso yang merupakan bagian dari wilayah kabupaten Jepara adalah sentra penghasil tenun ikat. Ia mengangkat­ tenun ikat Troso dalam desain-desain yang modern dan simple  dengan sentuhan etnik dan dipadu padan dengan bahan denim.

 

UKE TOEGIMIN
Koleksinya yang digelar di FMI kali ini adalah partisispasi pertama desainer berkarakteristik unik dalam Festival Mode Indonesia. Ekspresinya dalam menggabungkan inspirasi etnik dalam tampilan yang begitu kontemporer makin meninggikan antisipasi atas koleksi yang kaya akan permainan simetri yang akan dipresentasikannya.

 

DWI ISKANDAR
Objek yang bisa hadir dalam keseharian­ seperti vas bunga, juntaian­ gorden, bagian lipit di bawah sofa, bantakan­ kursi, taplak meja, serta detail ukiran pada kursi dan meja, menginspirasi desainer yang berdomisili di Bali untuk menghadirkan­ padanan berbusana yang feminin, muda, dan seksi. ‘Attractive Symbols’ adalah tema yang diusung koleksi berdominasi palet abu-abu, perak, hitam, dan putih ini.

 

LENNY AGUSTIN
Kecantikan gadis-gadis Makasar dalam balutan baju bodo dan sarung tenun berwarna-warni dengan siluet menggelembung menjadi benang merah koleksi­ desainer yang baru saja berhasil mencuri perhatian dunia mode dengan show tunggalnya.­ ‘Popi-Popi’ yang berarti boneka perempuan­ cantik, ia usung sebagai tema dari koleksi yang menangkap keceriaan padanan khas Makasar untuk diolah dalam gaya masa kini yang ringan.

 

NINIK DARMAWAN

 

TARUNA K KUSMAYADI
Karya dari desainer yang rajin mengkontribusi­ diri demi kemajuan­ mode tanah air ini sulit untuk dikekang dalam satu kategori. Ide-ide yang senantiasa tertuang dalam padanan berbusananya seringkali­ merupakan perpaduan brilian berbagai­ unsur yang tak lazim dikombinasikan.­ Siluet ultra modern yang dikombinasikan motif sarat budaya akan ia gelar dalam koleksi yang diantisipasi tinggi, Buon Viaggio

 
 

PUTU ALIKI

 
 

MALIK MOESTARAM

 
 

ANNE RUFAIDAH

 

HANNIE HANANTO
Karya-karyanya senantiasa menjadi bukti nyata wujud busana muslim modern dan kontemporer­ terkini. Di FMI kali ini ia akan menampilkan­ koleksinya­ ‘Square Nation’. Di mana efek transparansi­ tembus pandang yang tak lazim diterapkan­ dalam rancangan busana muslim, akan diaplikasikan detail geometris penuh warna akan menggaris-bawahi karakter muda rancangannya.

 

JENY TJAHYAWATI
Dengan karakter desain muda, dinamis­ dalam setuhan­ modern­ yang sesuai dengan batasan syariah,­ desainer yang juga pengarang­ beberapa buku panduan gaya muslimah ini akan mengeksplorasi siluet khas tahun 80’an dalam tema ‘Expression’. Koleksi yang didominasi­ palet coklat dan indigo ini dihadirkan­ dalam material kain Tenun By Alfonsa Dela Rossa, Flores.

 

MONIKA JUFRY
Label busana muslim rancangannya yang bergaris­ desain simpel modern telah berdiri lebih dari 1 dekade. Menggelar tema ‘My Heritage’, ia menerapkan­ siluet, detail, dan motif tradisional pada koleksi busana muslimah modern dengan­ sentuhan etnik yang ringan. Teknik tie-dye akan memberikan karakteristik tersendiri bagi koleksinya­ kali ini.

 

MERRY PRAMONO

 

FENNY MUSTAFA
Keanggunan musim dingin yang penuh dengan misteri telah menginspirasi­ koleksi busana yang ia gelar dalam label Shafira kali ini. Misterius, sophisticated namun chic akan menjadi mood dari koleksi­ desainer peraih Penghargaan Wanita Enterpreneur Indonesia (2005) ini. Rangkaian nuansa abu sampai ungu kebiruan yang diberi sentuhan oranye dan broken white dengan siluet dan potongan yang cenderung dekonstruktif­-asimetris, menghasilkan­ tampilan chic modern­ tanpa melupakan­ sentuhan traditional Indonesia.

 
 

DEDEN SISWANTO

 
 

ALI CHARISMA


DESIANER IPMI
 

ARI SEPUTRA
Ari Seputra mengusung tema “Interfuse” dengan menghadirkan gaya desain yang memberikan rasa lebih bebas, rileks, namun tetap nyaman. Kali ini Ari mengombinasikan elemen-elemen barat dan etnik Indonesia, seperti bordir, serta warna-warna natural, seperti beige, coklat, hijau dan terracotta, semua dalam nuansa “New 70’s.” Ari mengeksplorasi desain busana dan bordir dari budaya Indonesia yang banyak dipengaruhi sentuhan India, Cina, Timur Tengah, Portugal, Belanda sejak ribuan tahun lalu.

 
 

RUSLI TJOHNARDI

 
 

ERA M. SUKAMTO

 

STEPHANUS HAMY
Namanya identik dengan teknik In Pleats System. Namun lebih dari itu, karyanya yang senantiasa tampil dalam nafas etnik modern selalu  dihadirkan dalam konsep simple and wearable yang chic dan terkini. Kegemarannya dalam menggunakan tekstil tradisional Indonesia juga makin mengokohkan reputasi tinggi yang dimilikinya.

 

CHOSSY LATU
Desainer yang satu ini adalah salah satu pemenang Lomba Perancang Mode yang pertama­ di tahun 1979. Suatu hal yang merupakan kebanggaan tersendiri bagi penyelenggara­ FMI 2008. Meski telah berkreasi hampir 3 dekade lamanya, karya busana eksklusif-nya yang terkenal disajikan dalam garis rancangan anggun, elegan, dan feminin masih saja diminati bahkan oleh wanita-wanita usia muda masa kini.

 

GHEA PANGGABEAN
Untuk FMI 2008, Ghea mengangkat tema ‘INDO TRIBAL’ di mana ia kembali tampil dengan ciri khas-nya yaitu karakteristik etnik yang kental. Kali ini ia mengetengahkan motif ikat yang sedang mendunia. Berbagai motif kain Nusa Tenggara Timur diterjemahkan dalam berbagai siluet modern dengan dikom-binasikan bersama material konvensional lainnya.

 
VALENTINO NAPITUPULU
Hitam, Putih, dan Bunga. Tiga hal pasti yang menjadi latar dan tema koleksinya kali ini, 'Black, White, and Flower'. Dengan karyanya, ia akan membuktikan bila inspirasi Indonesia yang diterapkan dalam busana, mampu tampil chic dalam taste yang mendunia
 

CARMANITA
Desainer yang terkenal dengan garis rancangannya yang tak biasa, akan mengetengahkan koleksi yang bertemakan Craftphoria Urban. Sesuai dengan karakteristik desainnya, karya Carmanita kali ini akan mengeksplorasi berbagai siluet unik melalui teknik drapery. Permainan warna dan kombinasi­ berbagai materialnya akan diperkaya aksesori vintage jewelry dan basket bags.

 

TUTI CHOLID
Kemewahan yang bersahaja. Begitulah konsep­ kontradiktif yang seringkali terpancar dari busana karyanya. Dengan karakteristik­ desain etnik yang intelektual, desainer ini membuktikan bila tampilan glamor tak senantiasa­ serba berkilauan.

 

DENNY WIRAWAN
Corak dan warna menjadi kekuatannya. Inspirasi berbagai belahan dunia selalu berhasil dihadirkan dalam terjemahan desain yang terlihat ceria namun ultra elegan.­ Tak heran bila dirinya menjadi favorit selebritas dan sosialita dalam porsi yang sama. Koleksinya yang kali ini terinsiprasi budaya bangsa, pasti diantisipasi tinggi.

 

PRIYO OKTAVIANO
Desainer yang namanya sedang ramai diperbincangkan ini tampil melalui labelnya, SPOUS. Koleksinya yang bertemakan “Metamorphose” ini diinsiprasikan oleh volume yang terbentuk di fisik serangga-serangga terbang. Palet warna natural yang membumi melatari material ringan yang tampil bersama detail aplikasi, kalung, dan gelang berbentuk kumbang hitam dan belalang

 

SYAHREZA MUSLIM
Untaian indah pita, mulai dari kecil hingga yang lebar, menjadi­ latar koleksi ‘RIBBONISM’ karya Reza. Material ringan­ dalam palet warna pastel dengan siluet yang kaya akan  garis asimetris dan volume ia hadirkan dalam koleksi busana yang berkarakter girly. Ia akan mengajak sambil bertanya­ yang melihatnya dengan berkata,
“…are you ready to tighten your style?”

 

KANAYA TABITHA
Karakteristik desain dari desainer muda ini konsisten­ dengan persona pribadinya, ultra feminin dengan sentuhan surprise di sana-sini. Karyanya nyaman dikenakan wanita modern masa kini.

 

LILIANA LIM
Esensi klasik dan elegan selalu terpancar kuat dari balik garis kontemporer yang ditempuhnya dalam mengkaryakan busana. Karyanya senantiasa pas mengkomposisi tampilan anggun dalam wujudnya yang terkini.